Dunia tempat kita hidup saat ini gencar mempromosikan kehidupan serba cepat: keuntungan instan, tanpa komitmen, tanpa usaha, tanpa pengetahuan, hanya hasil. Cara hidup ini tidak sesuai dengan perjalanan hidup Kristen yang teguh, konsisten, dan berlangsung seumur hidup. Kunci yang hilang adalah prosesnya. Perhatikan Kitab Kejadian:
"Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang dan malam." (Kejadian 8:22)
Inilah prinsip-prinsip ilahi yang mengatur bumi: masa menabur dan masa panen. Sebagian besar, jika tidak semua, semua hal memiliki proses yang akan membawanya pada kematangan, ada serangkaian tindakan atau langkah yang harus diambil untuk mencapai tujuan tertentu.
Allah, melalui Yesus Kristus, mendirikan gereja-Nya sebagai sarana untuk membawa orang kepada Kristus, memuridkan orang percaya, dan mengembangkan Kerajaan Allah. Seperti banyak hal di dunia, gereja memiliki prosesnya sendiri, dan itulah yang kita sebut ditanam dan berakar.
“Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon; mereka yang ditanam di bait TUHAN akan bertunas di pelataran Allah kita.” (Mazmur 92:13-14)
Alkitab berjanji bahwa mereka yang ditanam akan 'berkembang' atau, dengan kata lain, tumbuh subur.
Setelah kita menyerahkan hidup kita kepada Kristus, langkah selanjutnya adalah berkembang dan bertumbuh dalam iman Kristen kita, dan itu adalah ditanam di gereja lokal. Ditanam itu seperti duduk di tempat yang optimal untuk menonton program favorit di perangkat seluler dan melihat baterainya 100%! Terhubung dengan rencana Allah selalu 100% terbaik.
Pindah dari gereja ke gereja seperti menanam pohon apel di satu bagian kebun kita, lalu kemudian memutuskan untuk mencabutnya dan menanamnya di tempat lain. Pohon itu akan mengalami kesulitan karena setiap kali kita mencabutnya, kita akan mematahkan beberapa akarnya dan pohon itu tidak akan tumbuh normal. Hubungan yang tidak dikembangkan akan tetap dangkal. Tuhan menginginkan kita untuk berkembang, namun kita harus menyelaraskan diri dengan prinsip-prinsip-Nya dan tertanam adalah prasyarat untuk terpenuhinya janji Tuhan.
Alkitab berbicara tentang menggunakan penilaian yang bijaksana dan tidak berbohong dalam cara kita berperilaku, terutama dalam hubungan kita. Ketika kita telah lama berada di sebuah jemaat, kita mengembangkan pandangan yang menyeluruh tentang orang-orang percaya di gereja itu—kita melihat orang-orang dalam keadaan terbaik dan terburuk mereka, sehingga pandangan kita tentang seseorang atau gereja tidak dipengaruhi oleh beberapa insiden yang "tidak baik".
Untuk "tertanam" bisa jadi sulit bagi sebagian orang karena berarti menjadi rentan dan membiarkan orang lain masuk ke area kehidupan yang mungkin tidak membuatnya nyaman. Berakar bukan hanya tentang hadir, tetapi tentang mengabdikan diri dan terlibat secara terbuka. Bersikap terbuka dan jujur tentang pergumulan dan tantangan kita, serta menemukan dukungan dan dorongan dari sesama orang percaya. Ini tidak terjadi dalam beberapa hari; dibutuhkan waktu untuk membangun hubungan (Galatia 6:1-2).
Belajar mempercayai para pemimpin yang telah Allah tempatkan di atas kita, bukanlah sesuatu yang terjadi dalam semalam. Sekali lagi, itu membutuhkan waktu. Dengan menempatkan diri kita di gereja, kita mengembangkan hubungan penting dengan para pemimpin kita yang dapat membantu membimbing kita melalui pergumulan dan tantangan yang mungkin kita hadapi.
“Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu, sebagai orang-orang yang harus bertanggung jawab atasnya. Dengan jalan itu mereka akan melakukannya dengan gembira, bukan dengan keluh kesah, sebab hal itu tidak akan membawa keuntungan bagimu.” (Ibrani 13:17)
Membuat keputusan untuk menetap, berkomitmen, dan menjadi bagian dari jemaat, terkadang bisa menantang dan tidak nyaman, namun, hubungan yang semakin diperkaya dan terjadinya pertumbuhan rohani jauh lebih besar daripada apa yang kita anggap sebagai area eksklusif dalam hidup kita. Firman Tuhan jelas:
“… mereka yang ditanam di bait TUHAN, akan bertunas dipelataran Allah kita.” (Mazmur 92:14).
AMIN!
- Pdt. Riwu Agustinus Huru –