“Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.”
-Wahyu 2:10b-
Surat kepada jemaat di Smirna ini adalah surat kepada orang-orang yang sedang menderita. Yesus tidak selalu menghilangkan penderitaan, tetapi Dia melepaskan tekanan. Kita telah melihat bagaimana Yesus mengetahui apa yang kita alami dan mendorong kita untuk tidak takut. Hari ini, kita menemukan dorongan untuk tetap setia.
Kita menemukan harapan besar dalam hidup kita ketika kita memiliki sudut pandang yang tepat. Di dalam Kristus, kita memiliki kemenangan pada akhirnya. Kita dapat yakin dan percaya akan hal ini. Kepastian adalah mesin penggerak ketahanan. Kenyataannya, harapan masa depan memberdayakan iman sehari-hari. Sangat mudah bagi saya untuk terlarut dalam situasi saya saat ini dan kehilangan pandangan akan sukacita dan harapan tertinggi yang saya miliki di dalam Kristus. Kesetiaan kita seharusnya tidak ditentukan oleh keadaan kita. Seperti yang ditulis oleh penulis Jon Bloom, “Jika sukacita masa depan yang dijanjikan Yesus itu nyata dan Anda percaya kepada-Nya, tidak ada keadaan yang dapat mencuri ucapan syukur Anda.”
Jadi, seperti apa hal ini dalam kehidupan kita sehari-hari? Saya benar-benar percaya bahwa kita tidak hanya dipanggil untuk bertahan hidup, tetapi untuk benar-benar berkembang dan menemukan sukacita di sepanjang jalan. Saat saya bertemu dengan orang-orang Kristen yang lebih tua dan lebih bijaksana selama bertahun-tahun, saya sangat mengagumi keteguhan mereka. Mereka telah menunjukkan kepada saya bahwa kebiasaan kita benar-benar dapat mengubah hidup kita. Kita harus setia dengan merangkul hal-hal kecil. Seiring waktu, kita benar-benar dapat mengubah jalur mental kita. Dengan kata lain, ini seperti pelatihan sebelum perang, membangun memori otot kebiasaan. Kita berpegang teguh pada keamanan dan identitas yang kita miliki di dalam Kristus saat kita hidup dengan setia meskipun mengalami rasa sakit dan kesulitan. Meskipun ini jauh lebih mudah diucapkan daripada dilakukan, hal ini dimungkinkan melalui mengandalkan Roh yang bekerja dalam hidup kita, yang membantu kita setiap saat di sepanjang jalan.
Hari ini, luangkan beberapa saat untuk merenung. Pertama, pikirkan semua cara Tuhan telah setia kepada Saudara. Menghitung berkat-berkat ini dapat membantu mengarahkan kembali sudut pandang kita. Kemudian, pertimbangkan area kehidupan Saudara di mana Saudara hidup dengan setia. Adakah area yang dapat Saudara perbarui komitmennya untuk tetap setia? Akhiri dengan mempersembahkan renungan ini kepada Tuhan dan memohon kekuatan-Nya dalam perjalanan ini.
- Pdt. Riwu Agustinus Huru -