Membaca Firman
Matius 13:23
Bacaan Setahun:
Kejadian 27-29
Merenungkan Firman
Kita sering berasumsi bahwa masalah utama dalam kehidupan rohani adalah kurangnya firman Tuhan. Perumpamaan ini justru mengoreksi asumsi itu: semua tanah mendengar firman, tetapi tidak semua memahaminya. Jadi persoalannya bukan akses, melainkan disposisi hati. Firman tidak gagal; tanahnya yang berbeda. Pemahaman Firman yang sejati selalu bergerak menuju ketaatan. “Tanah yang baik” bukan bawaan lahir, melainkan kondisi yang dipelihara melalui kerendahan hati, ketekunan, dan kesiapan dikoreksi. Buah tidak dihasilkan oleh euforia rohani sesaat, tetapi oleh firman yang dibiarkan berakar dan bekerja dalam waktu.
Mengaplikasi dan Membagi Rhema Firman