Membaca Firman
1 Korintus 3:6-7
Bacaan Setahun:
Kejadian 33-36
Merenungkan Firman
Kita sering berasumsi bahwa keberhasilan rohani bergantung terutama pada metode yang tepat, figur yang karismatik, atau kerja keras manusia. Paulus justru mengakui peran manusia, tetapi menempatkannya secara proporsional: manusia bekerja, Allah menentukan hasil. Ketika proporsi ini terbalik, pelayanan berubah menjadi ajang kompetisi rohani. Menanam dan menyiram tetap penting, tetapi tidak boleh dikultuskan. Kerja tanpa Allah menjadi kesombongan; doa tanpa kerja menjadi kemalasan rohani. Tidak ada dasar untuk meninggikan pelayan atau meremehkan peran sendiri. Karena kesetiaan diukur dari ketaatan pada tugas pelayanan, bukan dari seberapa besar pertumbuhan yang terlihat.
Mengaplikasi dan Membagi Rhema Firman