Membaca Firman
Efesus 4:15
Bacaan Setahun:
Imamat 1-4
Merenungkan Firman
Kita sering berasumsi bahwa kebenaran dan kasih adalah dua pilihan yang harus ditimbang: terlalu jujur dianggap tidak mengasihi, terlalu mengasihi dianggap mengorbankan kebenaran. Paulus justru menolak dikotomi itu. Dalam tubuh Kristus, kebenaran tanpa kasih melukai, sementara kasih tanpa kebenaran menyesatkan. Pertumbuhan rohani menuntut keduanya hadir sekaligus. Jika sebuah “kasih” menghindari kebenaran, atau sebuah “kebenaran” merusak tanpa membangun, keduanya melenceng dari maksud Paulus. Artinya kita tidak bertumbuh menuju Kristus. Pertumbuhan terjadi lewat kejujuran (kebenaran) yang berakar pada kepedulian (kasih). Banyak konflik gereja dan relasi gagal bukan karena kurang kasih atau kurang kebenaran, melainkan karena kita memisahkan kasih dan kebenaran.
Mengaplikasi dan Membagi Rhema Firman