Membaca Firman
Daniel 3:16-18
Bacaan Setahun:
Hakim-Hakim 1-4
Merenungkan Firman
Sadrakh, Mesakh, dan Abednego tidak menyangkal kuasa Allah untuk melepaskan, tetapi mereka juga tidak menggantungkan kesetiaan pada hasil akhir. Di sini runtuh asumsi bahwa iman sejati selalu diukur dari mujizat yang terjadi. Mereka taat bukan karena pasti selamat, melainkan karena Allah layak ditaati. Sikap “sekalipun tidak” menunjukkan bahwa penyembahan mereka tidak transaksional, melainkan komitmen total kepada Tuhan, bahkan di bawah ancaman maut. Iman yang matang tidak bergantung pada kepastian perubahan keadaan, tetapi pada keyakinan akan karakter Allah.
Mengaplikasi dan Membagi Rhema Firman