Membaca Firman
Roma 11:21-22
Bacaan Setahun:
1 Samuel 19-21
Merenungkan Firman
Kebaikan dan kekerasan Allah berjalan berdampingan dalam kekudusan-Nya. Paulus mengingatkan bahwa jika Allah tidak menyayangkan cabang-cabang asli, Ia juga tidak akan menyayangkan mereka yang menjadi sombong atau tidak setia. Ini menantang asumsi bahwa anugerah berarti kebal dari konsekuensi. Kebaikan Allah bukan izin untuk lalai, melainkan undangan untuk tetap tinggal dalam iman dengan kerendahan hati. Roma 11:21–22 mengarahkan kita pada kewaspadaan yang sehat, bukan ketakutan neurotik, tetapi kesadaran bahwa iman yang sejati ditandai oleh kerendahan hati dan ketekunan. Di sanalah kita belajar memegang teguh anugerah, bukan dengan kesombongan, melainkan dengan rasa hormat yang mendalam kepada Allah yang kudus dan baik.
Mengaplikasi dan Membagi Rhema Firman