KARENA KRISTUS KUDUS

Written on 09/01/2025
GBI Bukit Kalvari


1 Petrus 1:14-16 

(14)Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu

yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu,

(15)tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu

sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu,

(16)sebab ada tertulis:Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.

 

Sebagai orang percaya kepada Kristus, kita seharusnya tidak bertindak seperti yang kita lakukan sebelum bertobat. Allah, tentu saja, menerima kita apa adanya, orang berdosa tanpa harapan, mati dalam pelanggaran dan dosa-dosa kita. Namun, Allah tidak menerima kita yang terus hidup dalam pelanggaran dan dosa. Kepada perempuan yang kedapatan berzina, Yesus tidak hanya tidak menghukumnya, tetapi juga menyuruhnya untuk berhenti berbuat dosa (Yohanes 8:11). Jadi, kita pun harus berhenti hidup seperti orang-orang tidak percaya yang tidak tahu apa-apa.

Kekristenan tidak dapat hanya bekerja dengan perintah tentang apa yang tidak boleh dilakukan, tetapi harus juga didorong oleh pengetahuan tentang apa yang seharusnya kita lakukan. Kita harus membangun pola dan kebiasaan baru untuk menggantikan pola lama. Namun, apa tujuan kita? Petrus memberi tahu kita untuk membangun pola yang konsisten dengan kekudusan Kristus. Meskipun kita tidak akan pernah bisa sekudus Yesus Kristus, kita harus hidup kudus karena Dia kudus. Itu berarti kita harus menjadi seperti Dia. Ada kalimat pertanyaan yang baik untuk kita tanyakan pada diri sendiri dalam berbagai aspek hidup kita: "Apa yang akan Yesus lakukan?"

Apa artinya menjalani hidup kudus? Artinya hidup terpisah dari dosa dan perilaku berdosa. Kita jelas tidak dapat memisahkan diri dari dunia karena kita masih hidup di dalamnya, tetapi kita dapat mempersembahkan diri untuk hidup bagi Tuhan dalam segala hal yang kita lakukan dan katakan. Di dalam Kristus, kita bertumbuh dalam kasih karunia dan damai sejahtera (1 Petrus 1:2), kita telah dilahirkan kembali kepada hidup yang penuh pengharapan (1 Petrus 1:3), dan kita menjadi ahli waris kehidupan kekal. Kita sekarang memiliki motivasi baru dan pola hidup baru untuk diikuti, yaitu pola hidup Tuhan kita Yesus Kristus, yang darah-Nya telah dipercikkan kepada kita (1 Petrus 1:2).

Oleh sebab itu, kekudusan dapat diterapkan—seharusnya diterapkan—pada semua perilaku kita. Kita memiliki teladan kesempurnaan hidup, yaitu Yesus Kristus, kesempurnaan hidup yang kita kejar dengan semangat iman dan harapan, walau kita tahu kita tidak akan pernah mencapainya sepenuhnya di dunia ini. Tapi ingat, Tuhan selalu menolong kita dalam usaha kita mencapai kekudusan-Nya dan tidak kembali kepada cara-cara hidup yang lama.

 

- Pdt. Riwu Agustinus Huru –