Membaca Firman
Efesus 3:17
Bacaan Setahun:
Imamat 5-7
Merenungkan Firman
Kita sering berasumsi bahwa iman terutama soal pengakuan yang benar atau aktivitas rohani yang rutin. Paulus menantang asumsi itu dengan bahasa yang jauh lebih intim: Kristus diam di dalam hati. Ini bukan kunjungan singkat, melainkan kehadiran yang menetap dan membentuk. Iman yang sejati bukan sekadar percaya tentang Kristus, tetapi hidup dengan Kristus yang bersemayam di pusat diri. Ketika Kristus diam di hati, hidup menjadi “berakar dan berdasar di dalam kasih.” Banyak kerapuhan rohani muncul bukan karena kurangnya aktivitas iman, tetapi karena akar kita dangkal—kasih tidak lagi menjadi fondasi, melainkan sekadar slogan.
Mengaplikasi dan Membagi Rhema Firman

